Kendalikan Dan Hilangkan Insomia

Diposkan oleh ConnectPlus on Kamis, 07 November 2013

Orang yang berolahraga juga lebih kecil kemungkinannya menderita masalah tidur jika dibandingkan dengan orang yang tidak. Hanya 8 persen di antara orang yang berolahraga berat mengatakan memiliki kesulitan tidur, dibandingkan 24 persen orang yang tidak berolahraga.

Survei yang melibatkan 1.000 orang dewasa yang berusia 23 hingga 60 tahun. Lebih dari 50 persen dari peserta rutin olahraga ringan, 25 persen olahraga moderat, 18 persen olahraga berat, dan 9 persen tidak berolahraga.

Olahraga ringan yaitu berjalan, olahraga moderat antara lain angkat beban dan yoga, dan olahraga berat yaitu berlari jarak jauh, berenang, dan bersepeda. Para peserta dikelompokkan berdasarkan aktivitas yang mereka lakukan paling tidak 10 menit setiap harinya.

Psikolog tidur dari National Jewish Health di Denver Liza Meltzer yang tidak terlibat dalam survei mengatakan, survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation ini mendukung aturan klasik dari tidur yakni orang yang aktif bakal tidur lebih nyenyak.

Kendati demikian, penting untuk menyadari bahwa survei ini hanya menemukan satu hubungan yang tidak dapat membuktikan bahwa olahraga memang benar-benar dapat membantu orang untuk tidur. Ada kemungkinan orang yang tidak tidur dengan baik terlalu lelah untuk berolahraga.

Meltzer mengatakan ada beberapa keuntungan yang dapat diambil dari olahraga guna mendapatkan tidur yang lebih baik, antara lain:
- olahraga teratur membuat waktu tidur dan bangun menjadi ikut teratur sehingga merujuk ke kualitas tidur yang lebih baik.

- Olahraga dapat menurunkan berat badan, sehingga mengobati dan mencegah sleep apnea, yaitu henti napas saat tidur, yang kebanyakan diderita orang yang obesitas.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar